Fisika Teknik? oooh Fisika ya..

Fisika Teknik atau yang sekarang disebut Teknik Fisika memang bukan jurusan yang umum didengar seperti hal nya akuntansi, hukum, elektro, informatika, arsitekturatau atau desain.

Tak jarang juga orang salah menerjemahkan fisika yang ada tulisan tekniknya, sama yang gak, dan dianggap sama, yaitu.. fisika. kira-kira percakapannya kayak gini:

A: “wah udah kuliah ya, jurusannya apa?”

B: “teknik fisika pak..”

A: “oooh fisika” atau “jurusan apa itu” dan yang paling kompleks dijawab mahasiswa tingkat awal “nanti kalau udah tamat mau kerja dimana ya?”

jadi sebenarnya, apa itu teknik fisika atau fisika teknik? pastinya berbeda dengan fisika, walaupun memang, menurut teman saya di fisika, mata kuliahnya banyak yang sama.

fisika teknik merupakan suatu jurusan yang dibuat untuk menjebatani keilmuan fisika  dengan aplikasinya di dunia nyata, istilahnya, disini dipelajari dan diperkenalkan apa yang terjadi selanjutnya setelah fenomena fisika dipelajari di buku teks, misalnya setelah mempelajari perubahan fasa dari suatu zat karena paparan temperatur atau tekanan tertentu maka dapat dibuat sistem pengendalian udara, misalnya AC. dan fisika teknik ini merupakan keilmuan yang nantinya ditujukan untuk kebutuhan manusia, dan menolong kegiatan manusia.

fisika teknik sendiri semakin berkembang, dilihat dari banyaknya universitas yang membuka jurusan ini, diantaranya:

1. Inst. Teknologi Bandung (ITB)
2. Inst. Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
3. Univ. Diponegoro (UNDIP)
4. Univ. Gadjah Mada (UGM)
5. Univ. Indonesia (UI)
6. Univ. Andalas (UNAND)
7. Univ. Brawijaya
8. Univ. Hasanuddin (UNHAS)
9. Univ. Jend. Soedirman (UNSOED)
10. Univ. Lampung (UNILA)
11. Univ. Malikussaleh
12. Univ. Mataram (UNRAM)
13. Univ. Sam Ratulangi
14. Univ. Sriwijaya (UNSRI)
15. Univ. Sultan Ageng Tirtayasa Serang
16. Univ. Sumatera Utara (USU)
17. Univ. Syiah Kuala
18. Univ. Tanjungpura (UNTAN)
19. Univ. Udayana (UNUD)

daftar diatas sejauh yang saya ketahui dari beberap a sumber🙂

lalu apakah yang dipelajari di fisika teknik? bidang-bidang fisika yang sangat susah dulu kite pelajari dari SMA? sekedar berbagi pengalaman, berikut ini merupakan percakapan saya dengan seseorang dimasa lalu

A: “wuih, jurusan fisika ya? kamu pinter banget dong? dulu saya paling gasuka fisika karena susahnya minta ampun, hehehe…”

B: (senyum) dan didalam hati “amin…”

sebenarnya masuk jurusan fisika teknik gak semengerikan itu, memang susah, tapi saya rasa pengalamannya tidak jauh dengan jurusan lain di berbagai universitas lain.. -pasti ada aja susahnya ;)-

kelompok keahlian fisika teknik menurut situs teknik fisika ITB adalah sbb:

1. kel0mpok bidang keahlian instrumentasi dan kontrol. bidang instrumentasi dan kontrol biasa digunakan pada setiap industri atau tempat yang memiliki suatu workflow tertentu yang terdiri dari input, proses dan output yang biasanya bersifat otomatis. Singkatnya, seorang instrumen & control engineer dapat mengendalikan sesuatu proses secara otomatis dan elektronis. biasanya terdapat pada setiap industri proses. Sebagai contoh pada suatu industri pengalengan makanan, maka akan ada suatu kontrol terhadap volume isi kaleng dan delay waktu pengisian kaleng makanan tersebut sebelum berpindah ke kaleng berikutnya, dan apa yang harus dilakukan setelah suatu kaleng terisi sesuai dengan volume yang ditentukan. contoh lain adalah pada peralatan di bidang kedokteran seperti ultrasonografi, magnetic resonance imaging, termasuk mesin pengontrol keadaan pasien seperti kardiograf. namun tentunya instrumentasi medik ini selain dibutuhkan kemampuan instrumen dan kontrol, namun juga pengetahuan akan anatomi fisiologi manusia (maaf nyontek nama kuliah farmasi) dan sistem kimiawi tubuh manusia.

sub bidang keahlian salah satunya adalah komputasi. komputasi ini sendiri merupakan penggunaan logika dari sistem untuk membuat sistem saraf tiruan, sensor, kecerdasan buatan, antar muka, instrumentasi pada kedokteran, logika pengontrolan terprogram, pengendalian robot, sistem manajemen informasi, sistem akuisisi data, telecontrolling atau disebut pengendalian jarak jauh dan lain sebagainya. instrumentasi dan kontrol ini juga berhubungan dengan logika pemrograman seperti pada arduino serta grid elektrikal.

2. kelompok bidang keahlian lingkungan binaan dan sistem energi. bidang ini memiliki lingkup segala sesuatu yang memiliki “ruang yang dikontrol” dan berhubungan dengan energi. ruang yang dikontrol sendiri dapat berarti luas, baik sesuatu yang seukuran panci atau pipa, seukuran kamar, sebesar pabrik atau wilayah sekitarnya sehingga yang dimaksudkan dengan keahlian lingkungan binaan adalah kemampuan untuk merekayasa (engineering) sebuah ruang kontrol sehingga sesuai dengan yang diharapkan. misalnya adalah, bagaimana membuat sebuah wadah dapat menampung udara cair sesuai dengan spesifikasi udara ketika cair (tekanan dan tempraturnya), atau membuat pipa yang nantinya akan dilewati fluida dengan debit 200L/menit sambil berbelok-belok. atau bagaimana menjadikan sebuah ruangan kamar yang berukuran 5×5 menjadi sebuah bioskop pribadi tanpa harus mengganggu tetangga, dan tanpa menggunakan penyerap luar biasa yang memakan tempat, termasuk sound system yang digunakan, tata lampu sampai pada sistem pengendalian udara, sehingga manusia dapat nyaman berada didalamnya. atau didalam suatu industri, bagaimana pengolahan limbah dan kiat agar suatu industri tersebut zero waste sehingga lingkungan disekitarnya tidak tercemar.

sistem energi disini merupakan kemampuan engineer fisika teknik untuk merekayasa energi yang telah ada, mengkonversinya dan memeprtahankan sumber daya energi yang telah ada, serta menciptakan sistem yang efisien sehingga suatu energi yang dikonsumsi tidak habis percuma, namun dapat dikonversi dalam bentuk lain atau dikonservasi. kebidangan ini apabila menggabungkan prinsip green building dan kontrol, menghasilkan sistem otomasi pada rumah yang berguna untuk menghemat penggunaan listrik atau air didalam kebutuhan rumah tangga. dan penggabungan ketiga bidang keahlian ini dapat menghasilkan apa yang sering kita dengar sebagai energi alternatif, yaitu solar cell. termasuk juga research and development segenap energi terbarukan seperti gelombang air laut,

3. kelompok bidang keahlian rekayasa material. bidang ini memiliki sub seperti penggunaannya dalam semikonduktor, super konduktor, komposit, bahan elektronik.

bidang keahlian ini merekayasa hampir segala sesuatu yang biasa disebut materi, entah dalam fasa gas, padat maupun cair, dan mengkombinasikan  fasanya untuk suatu kebutuhan tertentu, misalnya untuk pembuatan suatu materi baru yang kuat, mengkilap tapi ringan, atau membuat sebuah material yang tipis, bening, namun dapat menyerap suara, atau dapat menyerap air, atau juga dapat melewatkan suatu fluida tapi menahan pengotor yang terdapat didalamnya. bidang kerekayasaan material ini juga menjadikan sebuah materi yang kita ketahui memiliki fungsi tertentu, menjadi memiliki fungsi yang lain. contohnya yang telah sering dipublikasikan di media adalah emas yang biasanya dikenal sebagai logam mulia, perhiasan dan bahan sepuh menjadi bahan pelapis carbon nanotube untuk mengkontras kanker pada tubuh. perekayasaan ini terjadi dalam skala besar(makroskopis) hingga yang ber skala mikro atau nano, sehingga di kelompok keahlian ini juga belajar menciptakan material dalam skala nano, namun tentunya hasil jadinya dapat dilihat mata.

Jadi, fisika teknik merupakan jurusan multi disiplin, yang memang, terkadang, teman-teman dari jurusan lain pernah berkata kalau jurusan ini membajak keilmuan jurusan lain. memang ada benarnya, engineer dari fisika teknik mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan fisika dan alam, serta kebutuhannya untuk manusia.

sumber:

http://www.tf.itb.ac.id

http://soalsnmptn.blogdetik.com/2012/01/17/review-jurusan-teknik-fisika/

http://redfox69.wordpress.com

pengalaman pribadi

 

p.s: post ini sementara mungkin belum lengkap, mohon maaf apabila ada kesalahan informasi, sebisa mungkin akan saya edit,apabila teringat lagi hal yang lalu🙂

mengapa saya memilih merk ini (panduan membeli kamera)

yang saya maksud adalah memilih merk kamera, ini bukan tulisan tentang suatu merk tertentu tatkala saya menyebutkannya, ini cuma berbagi pengalaman tentang bagaimana memilih merk kamera yang sesuai dengan anda, dengan mengesampingkan tren, harga dan “kata orang baiknya yang mana”
sebenarnya, sejujurnya, dan bukan maksud sombong, tapi oleh teman saya, entah kenapa, sering diminta tolong untuk memilihkan kamera apa yang cocok buat mereka, terutama SLR yang sedang booming. Dan selama itu juga, saya kerap kali membuat jawaban yang hampir sama

“yang mana menurut kamu bagus” atau “coba aja dulu punya teman yang baik, jangan dirusakin tapi, coba semua parameter dan handling nya” atau “kamu sregnya make sistem yang mana? misalnya dari dulu udah make merk apa?”

kenapa saya menjawab begitu? karena memang saya melakukan itu sebelum menjatuhkan pilihan kepada yang ini, kalau boleh sharing, sebelum saya membeli kamera saya sudah memakai beberapa merk dan varian sebagai berikut

Canon:

– setara enty: 300D, 350D, 400D, 450D, 1000D  (waktu itu 500D, 1100D  keatas belum keluar)

– serial setara semi pro: 30D, 40D, 50D (60D belum keluar)

– serial setara pro: –

– pocket: ixus 850IS, powershot SX seri lupa (mirip SX230 tapi seri lamanya)

– analog: FTb-QL

Nikon:

– setara entry: D40(non x), D50, D60, D5000

– setara semipro: D70, D80, D90, D200, D300

– setara pro: D2 (gatau ada embel2 dibelakangnya atau gak)

Olympus : E500, E420

Sony: alpha 100 (antara 100 atau 700, saya lupa), alpha 200

dan belum pernah mencoba kamera full session dengan pentax (kalo megang saja pernah), ricoh, sigma, dll. Dan dari situ hal dan parameter yang saya nilai dan bandingkan adalah:

– pengaturan mode foto (auto, shutter, apertur, dll)

– pengaturan parameter berupa: tampilan shutter dan bukaan apertur, keterangan modus foto, pengaturan white balance,

handling disini diperlukan terutama untuk fotografi model tanpa perlengkapan penunjang

pengaturan white balance manual, pengaturan kontrol gambar (seperti BW, natural. vivid, dll), pengaturan mode scene(bila ada) pengaturan exposure compensation dan flash exposure compensation, apakah mesti masuk menu atau ada semacam hotkey di body

– pengaturan autofokus, baik dalam tipe apapun (untuk flash, atau metering lain seperti matrix, color 3D, dll) apakah ada di menu layar utama, layar atas, atau ada di dalam menu yang menjurus kedalam

– ketersediaan lensa di pasaran, banyak dan beragam dan terjangkau/ value for money, atau justru baru tersedia 1 lensa standar dan 1 lensa zoom, termasuk didalamnya ketersediaan dan kompatibilitas asesori baik pabrikan maupun third party

– shutter releasenya responsif, kelembutan atau malah susah ditekan termasuk dimana letak on off kamera? letak yang susah dipencet kadang menyebalkan, kecuali cara menyalakannya dengan menempelkan jempol atau sensor muka anda seperti laptop, dan itu tidak ada

– durabilitas mirror dan metering (apabila ada), berapa puluh ribu atau ratus ribu kali foto dapat diambil sebelum harus diganti komponen tersebut, semakin banyak tentu semakin baik dan calon pembeli kamera bekas anda tak akan perduli dengan angka shutter count yang mungkin benar, atau manipulasi seperti “jual kamera nikon D7000 baru 2 minggu SC12.xxx” karena memang menurut nikon, D7000 itu 150.000 jepret baru soak, kalau calon pembeli anda perduli, lebih baik cari pembeli lain

– pengaturan primer lain seperti multiple shot, AF mode (panning atau steady), remote, dan lainya apakah ada di dalam tombol atau ada didalam menu (mesti masuk menu dulu baru ada pilihan pengaturannya)

– delay untuk masuk menu (cepat dan smooth atau pake lama) kalo lama repot juga apabila perlu momen cepat saat memfoto

– daya tahan batrenya apabila digunakan tanpa dan dengan flash, kenapa? karena percuma anda membeli memori yang besar, anggaplah 8GB keatas, pabila kameranya hanya mampu memfoto 400 gambar sekali sesi tanpa flash, saya sarankan belilah prosumer atau superzoom, daripada SLR, apalagi kalo memang budgetnya maksimal seharga itu

– colokan yang ada di kamera nya apa? interface, dan perhatikan setiap lubang input maupun output, meliputi jack untuk mic, GPS, video output, HDMI, remote, USB, SDcard/CFcard/XDcard, dll, serta jangan lupa hotshoenya, apakah segalanya universal atau tidak, kalau tidak apakah itu merupakan keberatan bagi anda atau tidak

– model kamera, berupa grip, letak tombol, material dan rentang kerja terhadap tekanan suhu dan lain sebagainya, karena ternyata, ada kamera yang saya coba apabila di daerah panas atau dingin kemampuan batrenya beda, waspadalah, lagi pula warna dan model kadang menunjukkan identitas, sebagai contoh sekarang ini canon 1100D ada yang berwarna merah dan pentax K-m(kalau tidak salah) hadir dengan warna anak2.. atau untuk kamera pocket dan prosumer, warna sangat beragam sesuai selera, tapi materialnya memang rata2 plastik, atau besi yang terlihat solid

untuk foto ditempat gelap yang membutuhkan ISO tinggi, perhatikan noise nya

– pertimbangan yang tak kalah penting namun tidak terlalu penting adalah, color rendering, berupa kemampuan kamera dalam menilai suatu warna terhadap warna asilnya, apakah biru terlihat merah atau sebaliknya, atau menampilkan warna yang soft a

tau justru kontras;

kemudian nilai rentang ISO termasuk perbandingan noise nya terutama pada ISO tinggi, pengamatan iso ini berguna untuk anda yang merupakan hobbyist yang gemar memfoto dimanapun kapanpun, dan sekiranya tanpa tripod sehingga membutuhkan sensitivitas sensor walaupun terkadang mengorbankan hasil

dan juga fitur lain yang menarik misalnya anti shock di body kamera, pengolah gambar in camera seperti HDR, depth of field button, GPS, infrared dan lain sebagainya

Nah, dari semuanya itu, saya memang lebih mementingkan handling ketimbang hasil, kenapa? karena hasil foto terlihat indah atau buruk itu merupakan dan tergantung dari skill anda, bukan kamera anda namun tetapi dan memang sepantasnya, handling dan kualitas yang tidak sesuai dan menghalangi anda membuat karya, itu adalah salah kamera anda, oleh karena itu pilihlah kamera sesuai kebutuhan, budget, rencana anggaran untuk investasi kedepannya.

> Sesuaikan kebutuhan: anda butuh kamera untuk apa? untuk sekedar memfoto diri atau foto keluarga serta sehari? untuk memfoto hewan liar? memfoto benda asal untuk scrapbook? memfoto studio lengkap dengan alat2 studio? memfoto malam, keindahan bulan, cityscape malam hari atau pecandu foto light graffiti? memfoto model outdoor maupun indoor dengan flash? memfoto produk sampai kedetilan sangat karena mau diprint puluhan meter persegi? memfoto candid? fotografer sport sperti balapan atau sepak bola? fotografer digital? atau hanya sekedar hobi dan mengikuti tren? semua ada pilihannya dan tentu saja hanya dapat dipilih beberapa kebutuhan dari banyak kemungkinan diatas, dan perlu diingat, jangan memasukkan kebutuhan

“saya membutuhkan kamera agar terlihat dibelakangnya blur, dan muncul bokeh dari lampu atau cahaya”

melihat bokeh? ini efek lensa macro

sekali sekali itu bukan kategori, dan juga bukan spesifikasi, karena baik kamera ataupun lensa tidak mencantumkan keterangan tentang medan tajamnya seperti “this lens has a special built to create perfect bokeh” karena itu merupakan salah satu

efek fotografi yang lebih baik pelajari dulu hubungan bukaan apertur, rentang zoom lensa dan bagai mana cara medan tajam meng crop gambar sebelum anda meminta hal diatas.

Satu lagi belum ada diciptakan satu kamera yang mencakup segalanya, misalnya zoom rentang dari 8mm(fisheye – ultrawide) sampai 1000mm(super telephoto – untuk moto bulan mungkin) dengan bukaan fix f 1/1.4 atau f 1/2.8 , memiliki modus makro 1:1 di seluruh rentang, ISO dengan noise sangat rendah, body ringan, video HDMI, anti shock terintegrasi dan mumpuni, minimal fokus range di 1cm, warna akurat, sensor full frame (35mm film) dan seluruh fitur mentereng bawaan pabrik lainnya, jikalau ada, bayangkan lah teknologi kamera medium format sekelas hasselblad atau mamiya, dengan bentuk dan bobot ringan seperti kamera canon 3 digit, namun memiliki body magnesium aloy  serta noise super rendah semisal nikon D3x, dan memiliki antishock terintergrasi di body seperti olympus atau pentax, fitur video selayaknya sony NEX, beserta HDR sony alpha, apakah itu mungkin? nanti mungkin, tapi sekalinya ada, mungkin saya juga tak akan membelinya, karena pasti lebih mahal dari mobil saya, alasannya? silahkan googling

> Sesuaikan Budget: budget anda berapa? 1-5 juta? 5-10 juta? 10-50 juta? atau unlimited? setiap kisaran budget menentukan dimana nasib gaya fotografi anda akan berakhir, karena harga merupakan spesifikasi dan spesifikasi menentukan kelas, kelas menentukan kebutuhan, dan ujung2nya menentukan hasil selain daripada skill anda.

> Investasi selanjutnya: terutama untuk SLR dan anda yang akan berencana membeli SLR. Hampir terjadi pada fotografer yang want to be a pro atau memang hobbyist yang budgetnya berlebih, yang pasti manapun anda pasti gemar memiliki benda yang lain daripada yang anda miliki, andaikata lensa kit itu 18-55, 14-45, 18-135, 18-105 atau lensa lainnya, dan anda ingin merambah ke lensa yang lain baik karena memang tuntutan kerjaan atau memang cuma untuk gengsi dan gaya, lebih baik dipikirkan anda mau membeli apa selanjutnya, memori lebih, lensa bukaan lebar yang fix, yang zoom, beli flash atau beli filter warna seperti filter kotak cokin.

hal ini karena pada SLR atau mirrorless atau sistem2 baru yang sekarang beredar, body dan lensa adalah 2 hal yang berbeda, jadi anda punya budget awal sebesar X, tapi setelah anda beli cuma bisa dapat kamera, lensa kit, tas, memori dan pembersih, dan untuk membeli lensa baru mungkin nunggu 1 taun lagi, dimana lensa kit anda adalah lensa yang tidak sesuai dengan anda. pada saat itu beranikan mengambil keputusan apakah anda akan mengambil body only dan lensa lain dengan harga berbeda, dan apabila lebih mahal, tentu anda harus membuang impian untuk memiliki kamera idaman dan menurunkan standarnya ke 1 atau 2 level dibawahnya, kecuali dana unlimited, silahkan beli yang paling mahal saja, seharusnya anda tidak akan mengeluh apapun, karena memang tak ada yang perlu dikeluhkan.

ini salah satu dari pocket, itu id deviantart saya

nah, apabila anda tak memiliki keinginan upgrade karena budget terbatas, lebih baik pakai prosumer yang bagus, atau belilah SLR dan menabunglah..terutama kalau alasan anda “saya ingin belajar fotografi”  itu saran terakhir, saya dulu juga pakai pocket, dan saya belajar mengambil angle, rentang zoom, rendering, iso dan sebagainya dari pocket, jadi belajar fotografi adalah bukan semata membeli kamera entry level dan mengikuti panduan seperti pada kamera nikon D3000, tanpa itu pun keadaan belajar moto tetap terlaksana, dan prosumer bahkan menawarkan modus foto selayaknya SLR, bila masalah bisa atau tidaknya manual atau autofokus, prosumer memang ribet, dan SLR tinggal putar, tapi, untuk anda pribadi yang percaya diri walaupun mata anda tidak reliable (minus, plus, silindris, dll) maka autofokus merupakan pilihan yang baik, karena kamera dengn AF sekarang hampir tidak perduli seberapa payah mata anda melihat viewfinder atau layar live view, jadi fitur ini lebih ringkas dan enak untuk beberapa keperluan(menurut saya)

saran terakhir, seringlah membaca review tentang lensa, kamera dan segala macamnya  dan jangan percaya begitu saja dengan apa yang anda liat di situs, memang kadang semacam objektif, tentang apa yang suatu situs tampilkan, tapi apakah anda percaya begitu saja? ini kamera, sesuatu yang anda beli, dan mahal, memiliki spesifikasi yang bahkan lebih random, kompleks dan lebih banyak daripada smartphone anda. Teliti sebelum membeli walaupun ujung2nya seperti membeli kucing dalam karung (karena setelah sampai ditoko, kamera anda didalam kotaknya seperti kucing dalam karung yang tak bisa ditukar), maka banyak2lah mencoba kamera teman yang baik, dan jangan dirusak apalagi di replace bagiannya tanpa sepengetahuan pemilik,, saya mengatakan ini juga himbauan untuk saya sendiri karena saya juga bukan sangat teliti…

> oh ya, kamera yang saya gunakan saat ini masih nikon D90 dan tanpa lensa, berhubung saya masih punya lensa 50mm f/1.4 analog turunan ayah saya, alasannya? biarkan saya sendiri yang tahu, karena setiap alasan yang saya keluarkan bisa menimbulkan brandwar terutama diantara merk yang cukup universal seperti nikon dan canon, dan calon pembeli biasanya dibingungkan oleh “warna kamera canon lebih natural, noisenya dikit, kalo nikon lebih vivid, terus nikon juga noisenya gede” jawaban saya adalah, kata siapa? di kamera itu ada custom picture control atau picture style yang bisa diganti, didownload seenak hati, jadi hasil print bisa jadi sama, mungkin beda tipis, dan mau vivid atau natural, saya si menambahkan kategori mana kamera yang hasil di layarnya mendekati apa yang saya lihat tidak perduli warnanya gimana. Satu lagi, menurut saya sih ya, canon dan nikon itu semakin berkembang ke teknologi yang hampir mirip, miripnya apa? ya coba saja sendiri kamera2 keluaran terakhir.

salam dari fotografer yang masih dalam pembelajaran, maaf kalau ada salah kata, nanti post ini saya update kalau ada yang saya ingat.. selamat mencari kamera anda..

saya dan teknik fisika: cahaya matahari sebagai penerangan dalam ruang

penulis: Ign. Widanta / 13307047 (sebagai tugas kapita selekta tahun 2010)

ini pertama kalinya saya bercerita tentang jurusan teknik yang saya ambil, teknik fisika.

apakah itu teknik fisika? pertanyaan itu sering sekali muncul dalam pemikiran banyak orang, termasuk saya sendiri pada awalnya juga bingung, begitu juga dengan orang-orang disekitar saya, dan pertanyaanya kadang sebuah ujung cerita: “nanti lulusan teknik fisika mau jadi apa?”

teknik fisika yang saya ikuti selama ini, telah mempelajari dasar-dasar dalam engineering termasuk dalam realisasinya di kehidupan nyata, sehingga diharapkan lulusan dari teknik fisika ini bisa menggunakan dasar keilmuannya untuk bekerja di setiap bidang yang didalamnya mengandung prinsip kerja fisika.

artinya tentang dimana lulusan teknik fisika akan bekerja adalah tergantung pada kebidangan yang ia minati, seperti yang saya tau, di teknik fisika terdapat beberapa kebidangan seperti instrumentasi dan kontrol, laser dan serat optik, optika, material dan pemrosesannya, sistem otomatisasi seperti PLC dan penggunaan mikrokontroler lainnya, fisika medis, roket, manajemen energi serta fisika bangunan yang terdiri dari sistem pencahayaan, sistem tata suara dan sistem tata udara.

pada kesempatan kali ini dan sesuai judul, saya akan membahas perihal cahaya matahari sebagai penerangan. Loh? apa hubungannya dengan teknik fisika? tentu saja ada, seperti disebut diatas, terdapat bisang keahlian fisika bangunan, dan didalamnya terdapat teknik pencahayaan, entah itu buatan dari lampu ataupun alami yang asalnya dari matahari.

Interior Bangunan Klasik

dulu, ketika penerangan buatan belum ditemukan, para pembuat bangunan dan ahli arsitektur merancang bangunan sedemikian rupa sehingga cahaya matahari dapat masuk sampai ke tengah bagian bangunan pada saat siang hari menjelang, sehingga pada bangunan-bangunan kuno, seperti pada kuil-kuil atau bangunan romawi kuno, termasuk bangunan tempat ibadah yang tinggi dan terdapat celah di langit-langit atau di sekeliling bangunan, ada pula yang menambahkan cermin, dengan maksud memperpanjang jalur cahaya matahari untuk masuk ke dalam ruang yang tertutup. Dengan begitu pula, bangunan kuno penuh dengan ornamen serta ukiran di sekujur bangunannya, karena dengan adanya cahaya matahari, yang memiliki rasio kontras yang kental dan kuat sehingga dapat memberikan aksen pada ornamen ketika bagian yang terkena cahaya membentuk kontras yang tinggi, semetara bagian lainnya membentuk bayangan sehingga terciptalah kontur-kontur yang artistik, selain daripada fungsi awal penerangan alami pada bangunan tersebut.

Namun, ketika era berubah, ketika penerangan mulai ditemukan, sehingga malam hari berhasil disulap menjadi terang seperti pada pencahaan lilin, obor, atau yang paling mengubah standar dunia, bola lampu pijar ciptaan Thomas Alva Edison. Semua penjuru tempat menggunakan teknologi ini kedalam bangunan, sehingga tetap terang terus sampai pagi menjelang dan akhirnya produktivitas pada era industri itu menjadi panjang sampai pada malam hari, mengingat sebelumnya pekerjaan hanya dapat dilakukan sebatas matahari terbit atau menggunakan lilin/obor yang memiliki batas nyala tertentu. Pada era-era berikutnya adanya lampu atau pencahayaan buatan serta temuan-temuan barunya seperti teknologi lampu gas discharge, dan kemudian pada akhirnya LED(light emitting diode) mengubah tata dimensi ruang yang dahulu digunaka pada era bangunan kuno, yang paling signifikan dan jelas nampak adalah, rendahnya jarak lantai dengan langit-langit,, karena apa? tentu saja karena adanya pencahayaan buatan, dan pengguna lebih menggunakan pencahayaan buatan daripada adanya jendela yang dapat melewatkan cahaya matahari.

Tetapi tetap saja, semakin maju zaman, semakin terlihat bahwa lampu membutuhkan sumber daya listrik, dan efek demi efek yang berkelanjutan berujung pada perusakan lingkungan, sehingga pemikiran pun terbersik bahwa penggunaan cahaya buatan harus dikurangi dan lebih baik menyertakan kembali pencahayaan alami dengan struktur bangunan yang sudah ada sekarang, dan salah satu konsep ini ada pada konsep bangunan hijau(green building)

Selain pencahayaan buatan memakan banyak energi yang semakin langka, dari beberapa responden, terutama ibu-ibu rumah tangga

Pencahayaan Buatan dalam Ruang

atau penghuni rumah yang sering meninggalkan rumahnya, misalnya punya rumah lebih dari satu atau memang sering berkelana ke luar kota, dan apabila rumah yang ditinggalkan memiliki daerah dengan kelembapan relatif yang tinggi, maka rumahnya akan berjamur, misalnya pada kursi atau tembok dan berbagai wilayah lainnya yang berpori. Ujung-ujungnya semua perabot tersebut dijemur dan semua pintu dibuka demi menurunkan kelembapan dengan begitu jamur pun menghilang. Lalu apa guna pencahayaan buatan? saat itu lampu juga nyala, dan tetap berjamur, kecuali menggunakan lampu yang menghasilkan radiasi, namun, lampu yang seperti ini lebih memakan banyak energi daripada generasi lampu gas discharge seperti pada lampu TL (compact flourescent) atau LED. Dan seterang apapun lampu ini yang berhasil diciptakan tetap belum bisa mengalahkan kemampuan total cahaya matahari (walaupun ada pencahayaan khusus untuk holtikultura dan untuk sterilisasi ruang pada rumah sakit, begitu juga lampu pemanas, namun lampu-lampu ini tidak dapat begitu saja digunakan secara umum dan luas oleh masyarakat).

Pada akhirnya, konsep lama digunakan kembali, memasukkan cahaya matahari baik dari jendela atau atap, fenomena yang telah terjadi di sekitar saya dan pengalaman saya adalah sebagai berikut

1. menggunakan jendela dan ventilasi, seperti pada umumnya jendela memberikan penerangan yang baik apabila ruangan tidak

Jendela di dalam Ruang

besar, dan interiornya berwarna terang dan lebih baik tidak mengkilap karena justru memberikan kesan dan masalah baru berupa silau. luas jendela menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk, namun untuk seberapa hebat cahaya masuk tentu saja dipengaruhi oleh posisi menghadap rumah serta penghalang-penghalang yang ada disekitar rumah (misalnya didepan rumah ada fly over, tentu saja tetap tidak efektif cahaya matahari masuk walaupun jendelanya besar)

2. pemantul dalam bentuk sekat (light shelf) yang cara kerjanya adalah dipasang di jendela, dibentuk sekat melintang pada jendela sehingga cahaya dari arah atas akan terpantul pada sekat dan memantul lagi ke langit-langit dengan harapan langit-langit memberikan efek pantulan difus, sedangkan pantulan cahaya matahari dari bawah(misalnya dari tanah) akan terpantul ke shelf lalu masuk ke dalam ruang.

3. yang terakhir dan yang memang terpasang di rumah saya sendiri adalah mengganti genteng dengan genteng kaca sehingga membentuk suatu bujur sangkar dari kira-kira 4 susunan genteng, dan tepat di bawahnya yaitu pada langit-langit yang berbatasan dengan ruang dipasang kaca difus(bukan bening) berbentuk kotak juga, yang besarnya relatif terhadap bentuk langit-langit(dan selera pemilik rumah) dengan harapan cahaya matahari menembus masuk kedalam rumah, ketengah ruangan dari atas atap

itu tadi adalah beberapa contoh penggunaaan yang pernah saya lihat, dan tentu saja pemikiran manusia selalu berkembang, seingga terdapat temuan-temuan sebagai berikut

1. anidolic daylighting. menggunakan kolektor yang diletakkan pada bagian atas ruang tepat dibawah langit-langit, atau dapat juga

Sistem Anidolic

dimasukkan kedalam celah didalam langit-langit bangunan(dak) lalu dibelokkan kebawah, menggunakan bentuk balok atau yang bersesuaian dengan bahan yang memiliki faktor refleksi tinggi, dimana dengan faktor refleksi yang tinggi, kemungkinan daya cahaya matahari menghilang dapat berkurang; kemudian pada bagian luar ruangnya diberikan suatu wadah penangkap cahaya matahari yang diberi tutup kaca atau material lain(sehingga tidak masuk air). nantinya selain pencahayaan dari jendela utama, kolektor anidolic ini akan membawa cahaya matahari sampai ketengah ruangan, sehingga pencahayaan alami pada siang hari menjadi lebih efektif daripada hanya menggunakan jendela.

2. light pipe. cara kerja alat ini adalah sama dengan prinsip mengganti genteng kaca dan membuat kaca difus pada langit-langit,

Light Pipe

namun lebih diarahkan dalam bentuk pipa, dan sekali lagi di atap tetap dilubangi dan ditutup dengan suatu bahan akrilik yang memiliki durabilitas yang tinggi dan air tidak dapat masuk, serta menggunakan bahan di dalam pipa tersebut dengan faktor refleksi yang tinggi dengan maksud yang sama dari metode pada sistem pertama, kemudian pada bagian bawah, misalnya pada langit-langit ruangan, dipasang lagi penyebar cahaya matahari yang tadi melewati pipa, dengan digunakannya difuser, sehingga cahaya matahari lebih tersebar, daripada terpusat di suatu titik tersebut(sehingga rasio antara daerah kerja dan surrounding tidak terlalu besar)

3. light pipe namun menggunakan serat optik. ini merupakan salah satu yang lebih fleksibel dari pipa cahaya biasa, karena cahaya ditangkap dalam pengumpul cahaya, dengan menggunakan lensa cembung sehingga darimanapun cahaya matahari berasal tetap terfokus ditengah, tetapi untuk menjaga agar serat optik tidak terbakar atau rusak, dipasang lagi kaca anti panas yang prinsipnya membelokkan radiasi sehingga tidak melewati lapisan kaca tersebut, langkah selanjutnya serat optik baik dalam bentuk benang-benang optik atau pun menggunakan serat optik dari tabung kaca yang di belok-belokka dengan cermin, pada akhirnya akan sampai pada bagian bangunan yang diinginkan dan dengan bahan

Serat Optik

sama berupa bahan difus, cahaya alami matahari kembali ditransmisikan ke dalam ruangan. Pada suatu sistem otomatisasi yang pernah saya baca, digunakan suatu prinsip serat optik yang di gabungkan dengan penggunaan lampu juga, namun lampu tersebut sama-sama melewati serat optik. Bagaimana pencahayaan itu saling terganti adlah pada saat cahaya matahar mulai meredup sampai suatu tingkat pencahayaan tertentu, suatu sensor dalam ruang memacu lampu untuk menyala dan menggantikan cahaya matahari(dapat menggunakan rangkaian LDR, light dependant resistor dengan tegangan refrensi yang disesuaikan dengan kebutuhan minimum iluminansi dalam ruang yang dipakai)

4. light pipe, namun dengan prinsip atrium dengan/tanpa cermin, maksud dari atrium ini adalah seperti nampak pada departement store atau mal yang memiliki suatu wilayah dengan ketinggian maksimum sampai pada atap tertinggi(tidak terpengaruh tinggi setiap lantai mal) yang pada atapnya digunakan bahan kaca (atau kaca dengan transparansi dibawah 100%-kaca gelap misalnya) sehingga  cahaya masuk ke dalam bangunan dan nantinya dapat menyebar di beberapa wilayah pada bangunan tersebut, ada yang menggunakan cermin, sehingga cahaya yang lewat pada suatu pipa/jalur inti ditengah bangunan, dibelokkan untuk setiap lantai dan mungkin menggunakan pipa dengan refleksi yang tinggi dan sistem penyaluran ini mendapat sebutan tubular lighting yang lebih konkritnya pencahayaan dengan suatu saluran, tapi horizontal

5. Heliostat sebagai pengumpul cahaya yang nantinya akan disalurkan ke dalam bangunan dengan pipa cahaya atau dengan serat

Heliostat yang Mengarah Pada Jendela

optik, tujuannya adalah memaksimalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam pipa dengan memusatkannya terlebih dahulu, kemudian baru disalurkan. atau dapat juga heliostat digunakan dan nantinya cahaya akan masuk melewati jendela. Heliostat pada penggunaan super besarnya, berupa ratusan cermin berbentuk melingkar yang intinya dipusatkan ke suatu titik sehingga mencapai suatu panas tertentu yang nantinya digunakan untuk pembangkit listrik cahaya matahari skala besar(nantinya panas akan digunakan untuk memanaskan air dan akan menghasilkan upa kemudian menggerakkan turbin, penggunaan selanjutnya adalah dengan memasang heliostat dengan didepannya terdapat cermin cekung yang sangat terarah, sehingga pada suatu titik fokus cermin, cahaya matahari pada suhu yang sangat tinggi, yang nantinya suhu ini akan digunakan untuk mendapatkan hidrogen dari air.

Suatu Showroom Mobil dengan Kaca

6. bangunan dengan atap kaca semua. seperti nampak pada beberapa show room di kota megapolitan dan juga suatu kantor pemasaran yang juga demikian rupanya, digunakan kaca yang tebal atau kaca dobel, atu juga disebut double glazed yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan panas yang masuk, namun kaca tetap terlihat bening(tidak kaca hitam) dan cahaya matahari masuk dengan sempurna.

masih banyak upaya lain dalam menghadirkan suasana pencahayaan alami yang dahulu dipakai oleh para leluhur dalam menerangi ruang dalam bangunan dan segalanya itu berada dalam tahap yang terus disempurnakan, banyak kelemahan dalam memasukkan cahaya matahari kedalam ruangan misalnya adalah kondisi iklim setempat, akan lebih efektif jikalau segala sistem diatas terjadi pada saat matahari dalam posisi direct sunlight atau semi overcast sunlight. Overcast adalah matahari yang cahayanya terdifusi oleh awan sehingga pencahayaan lebih merata namun daya cahaya nya berkurang dibanding pencahayaan direct. Sehingga apabila yang hadir selalu awan mendung atau selalu hujan, sehingga cahaya matahari hanya sedikit berada di langit, maka sekuat apapun lensa untuk memusatkan cahaya dan juga cermin serta setinggi apapun faktor refleksi serta sekecil apapun faktor loss dari serat optik, cahaya yang masuk kedalam ruang tetap saja sedikit, dan inilah salah satu kendala yang akan dikembangkan sehingga prinsip green building tercapai dengan salah satunya menyertakan cahaya alami matahari kedalam ruangan.

-sekian dan terima kasih-

sumber tulisan:

– situs wikipedia dan situs katalog light pipe dari beberapa perusahaan

– beberapa buku tentang daylighting dari perpustakaan TF

– pengalaman pribadi dan rekan sekitar

– hasil diskusi dengan seorang dosen

– catatan kuliah teknik pencahayaan

to whom it may concern

it’s a simple memories….

i remember the day we first met, a thin guy, among the others, and i managed to know his name, he called my name by the first fragments of my name instead the last one, and the second we met, my friend introduce you as a freak, not to mock you, just a play around among the friends, and we laugh at it

i remember that you tune your winamp to a japanese song, in terms, anime original soundtrack one, with a “chibi” voice and another cute singer thing, and the other one you love masked rider, or we called it kamen rider, well, it is enough to call you freak, i mean japanese freak, while the other watch the football match, TV series, reality show and another absurd joke in the television, you’re maybe the just one who collect all of that stuff

that day, was the day i visit your rented house, its so different from me, live in the high place, a pure house, clean and cool, and it migh be awesome, but the road along, i only see a riverside, not really a river i mean, look shabby and miserable, you let us enter the house, rather hot, in the room with one window and enclosed by a plywood wall, and a bed, simple, and i know that you’re a humble man, to be honest, i’m ashame of myself that time, and i ask you,

“why did you live here? won’t you be sick here? its the riverside..”

and you answer with simple smile “well, i’m with my friend here, and its cheap”

and i can’t ask anymore question then we start to study…

the after the few times we met, you call me with vahn, dantes, and so many names

next, with some friend you other legacy is, the forums, you remember right? that blue, online, and can unite all of us in one place, it named by “skullers.tf.itb.ac.id” and we do alot things there, posting ad posting and keep doing junk in the junkers forum, and you also managed to create the database, it contain all the name of us, from the past until the  most recent, adress, telephone number, and also our birthday, and i also remember that you ask me to make the header for that database, including the home button, it says “skullers HMFT” with the skull in the left, all of us now can reach the others, costumize our database in “skullers.tf.itb.ac.id/database” and the next of your creation is durarara’s chat, i don’t know what is the purpose, but sometimes, we can talk to another and start the most roaming chatterbox, created by you, weird but still awesome…

i may not be your closest friend, but trough the story of your life, i know that you’re the one with a dreams, fantasy, creation, humility, nice, fun, and the last is, the thoughest one

you may know that your sickness will lead you into the end of the line, but you keep trying to say that “i will be okay, just wait” – i might random but, you managed to keep getting online on your facebook, writing in each dialogue box, and do the words, your style of writing a comment, like something never happened to you, that is the saddest part, you tell us that you’re moved to the isolation room, with some injection hole, and we just pray, that you were really-really that better and going better…

now, the one who gives us that legacy is no more in this world, the true creator, God call you this early, but we including me aren’t supposed the one who hold the life, and so our line of life, we cannot count when the time stop to ticking and when the time the sand in a hourglass depleted in one side to another, only who create us know and its all up to Him, our prayer just to request to elongate your time beside us, and pray that everything gonna be fine, so when our Bos’s diary say so, no one could object

your parents has did the best for you, we pray tou our best for you, but especially you, fight until the end, like in the kamen rider series, they win with a justice hold on their hand, and so did you who win the world, and should report your duty, there..

so dear God, i wrote this for him, to whom it may concern, truthfully, i never confront the deaths, and i don’t know how could he read this blogpost, but i just want to say, be though there pal, there’s no us there right now, only you and the others before you, bon voyage and be good, may you meet your dreams….until we meet again…

rest in peace Yuniar Gitta Pratama (june 17, 1990 – december 19, 2010)

ini serius atau melawak? kita tanya the wiseman

ditulis oleh Rizky Fadilla di milis angkatan. Dia adalah anak sejurusan kami yang mapan, rupawan dan juga suka melawak, tapi sekali ini dia membuat kami semua geger karena risetnya yang tiba2 mengagumkan….

Assalammualaikum Wr. Wb.

Agan/aganwati  tersayang, kali ini gak OOT lho ya😉

Pertama-tama, jadi kita (arman, bepe, dan gw) nih KP di balongan. Terus kita dikasih satu  tugas yang cukup advanced dan harus dikerjain bareng-bareng nih sama pembimbingnya.
Oke skrg mulai masuk ke pembahasan tugasnya ya. Coba disimak ya agan/aganwati sekalian.

Gini, di pertamina itu kan kudu’ ada kilang, klo ga ada kan ga lazim. Nah, disini tugas kita itu disuruh membuat kilang-kilang tesebut beralih fungsi. Coba bayangin, siapa yg ga bingung klo dapet tugas gituan. Kebetulan kita dapet judul “Pemanfaatan Kilang Minyak Pertamina (persero) UP VI Balongan sebagai Tempat budidaya ikan Lele terbesar se asia tenggara”.

Content Tugasnya :
1. Membersihkan lumpur dan gas-gas beracun pada tanki dengan metode setengah kosong setengah isi
2. Membuat teknik jitu untuk niupin tanki penyok agar udara yang di tiupkan lebih efektif dan efisien
3. Membuat sistem kontrol suhu di dalam kilang agar sesuai dengan suhu normal ekosistem air tawar
4. Evaluasi O2 plant
5. Merancang sistem kontrol kadar O2 yang berbanding lurus dengan jumlah ikan lele yang berada di dalam tanki
6. bagaimana logika pengontrolan  yang dapat dibuat agar unit2 tsb dapat di lihat pada DCS kontrol room
7. Bagaimana caranya agar lele-lele tersebut dapat kita kontrol jumlahnya dan kesehatannya dari control room yang ada

Nah, itu tadi beberapa tugas yang dikasih sama pembimbing kita. Susah banget kan. Kita cuma dikasih waktu seminggu nih buat beresin. Mari kita jadikan Pertamina UP VI Balongan menjadi Tempat Peternakan Lele terbesar di Asia Tenggara. Jadi klo agan/aganwati sekalian punya ide tokcer atau masukan-masukan apapun, tolong jgn sungkan buat kasih tau kita2 ya.

Wassalammualaikum Wr. Wb.

[Note : Tidak semua lelucon itu hal yang umum, terkadang ada yang sifatnya industri juga.]

komentar penulis:

1. apakah itu metoda setengah isi setengah kosong? pertama dan terakhir saya membaca literatur tentang psikologis manusia, tes yang menyuguhkan suatu gelas berisi air setengah dari gelas, lalu, responden dipanggil dan disuruh menentukan, apa yang terjadi pada gelas, apakah terisi setengah kosong ataukah setengah isi? kasarnya saja, orang yang menyatakan gelas tersebut setengah isi, dapat dikatakan optimis, karena dianggap memiliki goal dan selalu positif akan apa yang dikerjakannya, ebentar lagi akan selesai dan menuai hasil, maka mereka berhasil, sebaliknya, bila dijawab setengah kosong, artinya dy pesimis, karena, merasa apa yang dikerjakannya selalu kurang, sehingga mengakibatkan keputusasaan dan malah tidak berhasil. inilah yang disebut metoda setengah kosong setengah isi, kagak bisa buat ngebersihin TANGKI WOY, ahhahahaha

2. metode meniup tangki yang penyok. mustahil, jangan bayangkan tangki di oil and gas itu setipis kaleng coke dan paling besar adalah seluas rumah pak camat di desa, karena menampung fluida semacam minyak, yang kental, maka tangki minyak di buat sedemikian rupa, dengan perbedaan ketebalan atas dan bawah sehingga diameternya diklaim bisa menampung lapangan bola di bagian atapnya, atau setidaknya, menurut game battlefield 2, tangki yang ada di arena itu saya estimasi sebesar lapangan tennis 2x. sangat besar dan tentu saja tebal. lalu bagaimana bisa kaleng tebal yang penyok ditiup udara sehingga tidak penyok, ITU SIH BOTOL AQUA. dan, kaleng setebal itu ditembak peluru aja belon tentu jebol, gmana dipenyokin, gangaruh juga kale kalo mau buat aquarium penyok2 dikit, hahahahaa

3.  suhu normal ekosistem air tawar. sebenarnya, bila tangki itu akan dijadikan akuarium, pastinya diisi oleh air suling atau air tawar dari sumber air tawar atau sistem pengolah air tawar, yang suhunya PASTI RENDAH DONG BO… MASA AER PANAS SIH HAHAHAHA, sehingga, suhunya sudah pasti suhu standar.

4. kadar O2 yang berbanding lurus dengan jumlah ikan. sekarang yang bikin lucu begini, anggaplah pertama dimasukkan ikan lele 1 buah, lalu kadar O2 dalam tangki adalah Xppm, lalu kemudian dimasukkan 1000 ikan lele, kadar O2, Yppm, kemudian mulailah ekosistem dimulai, ada anak lele, nenek lele, bibi lele, mbak yu lele dan segala macem hewan berkumis yang KONON jumlahnya sesuai dengan O2 nya, pertanyaanya, kok tau konsumsi ikan lelenya seragam setiap individu? Itu si bukan nanya sama org engineering, tapi tanya sama ikannya (dulu gw nanya ama tukang ikan, standar O2 yang dimasukkin ya sebanyak2nya, toh ga rugi juga kok, hahahaha)

5. sistem DCS yang gw pernah liat dan menurut om hans, itu kotak2 yang menampilkan data ntah apa ke monitor yang ada didepan, biasanya ngontrol sistem otomatisasi, monitor valve dan lain sebagainya yang jelas gw awam kagak bisa baca deh, gw anak fisbang sampe saat ini, belom merambah ke industri…tapi kalo ada sistem bgitu yang bisa mengatur kesehatan ikan didalam kaleng, berarti ada sistem monitor per ikan dong, alias kamera, atau robot uav yang dicemplungin terus ngorbit tuh tangki, trs apa hubungannya sama DCS?

6. terakhir, bila ada deadline pmbuatan sistem ini selama 1 minggu, sedangkan pembuatan 1 gedung saja bisa 3 minggu, bagaimana mungkin dari pembersihgan tangki sampe rehabilitasi tangki sampai pembuatan sistem akuarium tanpa cahaya matahari ini dapat dibuat oleh orang yang sedang MAGANG? dan kesalahan terakhir adalah, tangki minyak yang tinggi, alias dalam, percuma banget ikan lelenya ga ada yang berenang nyampe bawah, hahahaha, ngapain tinggi2 jugak, belah aje 2 tuh tangki

nah tapi kan yang gw tau, lu kan demen KONTROL, masa hal diatas lo anggep serius? think twice dude

that was a joke, tapi kalo lo ga hati-hati, indeks prestasi gede ga berani menjamin kejelian setiap bilahan matalu, karena apa? “itu ide brilian, gw mesti cepet2 laporan sama pihak berwajib”, “itu keren, dan gw mau jadi yang pertama” dan mas rizki zoila yang kebetulan berwawasan luas ini, telah membawa opera van java ke tanah kelahiran tengkorak, sehingga beberapa teman kita telah menganggap ini hal serius, karena menertawakan adalah hal yang tidak sopan, maka mari kita menepuk tangan seperti seorang kiper  yang menepuk tangani pemain lawannya yang hampir mencetak gol di gawangnya sambil menepuk punggungnya dan berkata

“maaf anda kurang beruntung”

p.s: widanta hanyalah seorang yang senang bercanda selayaknya rizky fadilla, orang yang menganggap orang yang minimal 95% bercanda adalah serius, dialah pelawak kehidupan sesungguhnya – vahndemonicangel (basbang abis)

Week 2 KP: We Start it All of Sudden, We End it Sometime

okaaay, kembali lagi bersama penulis cerita bersambung di kerja praktek teknik fisika 2007.. masi dengan personil biasa, gw sebagai widanta, om hans, ijah dan senni.. di mingu ini, agaknya kami yang telah lelah menanti sebuah kerjaan sebagai teknik fisikawan dan teknik fisikawati, bagaimana tidak? 1 minggu kita telah belajar bagaimana menjadi tukang PLN yang baik dan benar dari mulai mempelajari jumlah daya, jumlah arus dan tebal kabel yang mesti dipasang, termasuk pada bagaimana dan dimana harus dipasangnya, oh God, apa itu semua, gw gangerti dah beneran, walaupun gw belajar yang namanya rangkaian listrik dan elektronika, logisnya si dapet, tapi tebel kabelnya yang ga dapet. soalnya ngegambar kabel di RLE yang katanya 4 sks itu cuma setebel bolpen, jadi gmana gw mau tau kalo makin kecil tegangan yang dialirkan, mesi makin besar kabelnya dibandingkan dengan listrik langsung dari pembangkittenaga listrik yang konon kabelnya cuma segede jempol? hahaha.

Day 1 – 5 KP: saatnya menerapkan kembali sesuatu ilmu otodidak yang nyaris tak terajarkan: autocad + dialux

Yah, hari-hari dilai dengan pemodelan dialux. pak jefri sang site manager proyek mandala, memberikan kepada kami gambar autocad dari proyek mandala. sejumlah 3 folder yang terdiri dari folder elektronik, listrik dan mekanik. dan sedikit spoiler, nama folder2 itu adalah LISTRIK OKE CON2, MEKANIK OKE CON2, ELEKTRONIK OKE CON2….. gw si positif thinking aja kalo sang site manager yang mukanya sangar n ngomongnya agak tegas itu berusaha melawak, ato seenggaknya yang buat gambar itu suka melawak. (we cannot expect the unexpected by judging from the cover)

maka dimulai lah pekerjaan kita sebagai anak KP yang budiman. gw buka folder cad, terus bingung, yang mana yang mesti gw buka, akhirnya dengan bantuan om hans yang nampaknya udahbiasa dengan semua software di jagat, nyuru gw buka file EL 13, dan setelah gw buka itu adalah denah lante B2 dari gedung mandala. pas pertama ngeliat… WHAT? ini apa? garis-garis seliweran sana sini, thanks to pak teng yang gatu apakah ud almarhum ato belom, ngajarin gw bagaimana gambar arsitek…jadi paling gak gw tau kalo garis panjang diarsir didalem kotak itu tembok, setelahnya itu ya plaster, semen ama cat, adi kalo ngukur jarak dari suatu tembok ke tembok lain untuk bikin kordinat, ya dari plaster ke plaster, ga ke temboknya. Hahahaha. Pertama kalinya gw make dialux dan sangat kompleks perincianya, tapi ungkin gw masi kalah sama temen kita bernama micol, Cuma moto doang dy ud bisa modelin sogo, alfamart n giordano PVJ, gw cukup kagum gan ngeliatnya (maklum gw norak, santai deh buat yg baca, hahaha)

lanjut. Lantai demi lantai gw pelajari dulu, mana yang paling makesense untuk dikerjain, oh? Kenapa makesense? Gw mengargai diri gw pemula saat itu, apalagi ngeliat hasl kalkulasi calculux yg bikin gw rada kagum, walopun sebenernya itu Cuma penempatan lampu, terus peletakan titik pengukuran, terus keluar deh semua jumlah lux di titik-titik tadi, kecil2 angkanya, trus di halaman selanjutnya terpampang dengan seksama goresan warna warni yang terasa familiar ketika kita menggunakan software bernama surfer, ternyata itu adalah diagram isolux tingkat iluminansi baik secara 2 dimensi maupun 3 dimensi, mengagumkan, sayang dialux, kadang isoluxnya suka eror, jadinya ga keluar walaupun sudah di pencet berulang kali dan di set 3 warna untuk setiap parameter batas maksimum iluminansi.

Yap, pengerjaan pun semakin menegangkan karena dengan command2 DS atau “distance” pada autocad, membantu setiap pergerakan serta presisi dan akurasi peletakan titik koordinat lorong ruang yang akan dibuat di dialux. Singkat kata walau tetap panjang, gw mindahin apa yang digambar di autocad ke dialux, tapi ditambah efek render dari lampu yang digunakan. Kisah gw bersama autocad ini agak melelahkan, kenapa, karena pas awal2 pengerjaan model dialux itu, badan gw super ga enak sob, demam, flu n ga enak badan, pilek sana sini, plus pusing segala dan korsi melorot, gara-gara plastik yang masi nempel, duh, rasanya ga pewe banget dah duduk di meja itu, padahal gw au, pemodelan ini seru, tapi badan gw yang ga seru, dan makin ga seru karena ga ada yang percaya kalo gw sakit, trutama mbak senni, hahahahaha, sial banget lu cen :p mentang2 muka gw adem ayem, tapi hati ini tersayat tajam karena ditinggal…….ups sori, dikit lagi gue curcol cuy… kembali ke laptop. Huahaha

Lantai pertama yang gw buat lante 3, koridor tepatnya, dan itu adalah lantai terlama yang gw buat, karena, gw lupa banget make dialux, ckckck, terakhir project yg gw buat itu kamar gw sendiri di bandung, trus gw lupa dah gmana cara nyalain lampu dan calculating daylight bersamaan dengan nyala lampu. Untung aja file tutor yang dulu dikasih kak can2 masi ada tersimpan rapi dibelahan pantat, eh maksud gw di belah-belah folder di laptop gw tercinta yang gatau ada dimana, wew, thanks to you, lu ud lulus tapi tetep nolong gw, hahahahaha,, sip, lante tiga selesai dengan perjuangan tinggi, dan saatnya calculating…di klik dengan penuh bangga “yes 1 lante slese, bentar lah ini nunggu gini doang” pas dipencet,, bahhh, lama amet calculatingnya, berasa lagi download rohan blood feud dulu di torrent (mengenang kejayaan game online luar) total estimasi calculating lante 3 koridornya doang, 30 menitan lah, tapi berasa 45 menit di jam asli, kayaknya ada yang salah dengan hitungan ala dialux dikomputer gw yang suhunya udah demam gak karuan, kasihan, ud tua masi disuruh kerja juga, tapi buat laptop gw tersayang, setuatuanya elo, masi ada tri puji heriyanto yang lebih tua, dan dia masi semangat mencari jodoh, jadi elo sebagai lapak gw mesti bisa calculating lante demi lante ampe slese, hahaha

Lalu setelah membuat koridor di minggu itu gw juga membuat ruangan sebelah-sebelahnya yang kecil-kecil, ga terlalu susah, yang buat susah Cuma perabot dari CAD yang mesti dimiripin sama dilauxnya, terutama ini masalah dimensi meja yang bentuknya L, hadeeeeeehh….(aduh + ngeden). Oke, semua perabot yang rumit-rumit asik menegangkan selesai, maka lampu pun jadi pertanyaan utama. Di cad tertulis “TL-5 3x 14 W” saja. Oke, gw buka philips luminaire selector, trus gw cari dah TL 5 di lamp code…ga ada, damn, apa-apaan ini yang ada kodenya FBS, SON, FGS, TBS, TGS, aaaaaa!!! Untung saja, di suatu waktu, gw ngintilin om sama ijah ke lante bawah ketemu pak hendro sedikit tersirat pak hen hen ngomong “kan lampu ginian nih biasa kita make TBS bla bla bla dengan armatur M bla bla. Nah, dari situ gw ambil aja kesimpulan tak bersyarat, lampu yang dipake yang pnajng-panjang licin terang ini make kode TBS sekian sekian, selama ada TL-5 ato TLD dengan watt sama, flux sesuai, PAKE AJE COY, hahaa, untuk armatur, gw cukup menseragamkan semuanya dengan armatur pabrikan M2, yang gw juga gatau bener apa kagak tuh, yang jelas pas gw ke kantor bokap dulu armatur di kantor itu mirip sama yang di product selector, ya udahlahya, gedungnya aje blom bdiri, sape suru cad nya ga lengkap, berhubung di beberapa kuliah di teknik fisika kalo ngerjain soal selalu menuliskan asumsi, maka saya pun juga berasumsi bahwa lampu yang digunakan adalah benar, karena dari asumsi, muncul ekspektasi (sadis)

Hari berikutnya dilanjutkan dengan ruangan-ruangan lain, tapi memang yang paling kompleks adalah bagian lantai yang merupakan koridor dan ada perabotnya, contohnya yang lantai 3 ini., kdua tersulit adalah toilet. Lalu tangga juga dibuat, namun disini tangga yang gw buat masi rada simpel, karena masi make prinsip, “apa adanya dulu lah, gw masi lupa2 cara make dialux”

Akhirnya lantai 5 selesai, dilanjutkan dengan pemodelan lantai basement 1. Bentuk geometri ruangannya gak banget, miring-miring, alias gak kotak, alhasil gw menambahkan garis ga terbatas sebagai acuan, nice, cadi gampang, jadilah geometri terluas. Tantangan selanjutnya dan yang sesungguhnya adalah, lantai 3 tadi berbeda dengan lantai B1 dimana, lantai 3 dibuat setiap ruang kecil dengan ruang kecil ada di setiap pinggir koridor, sementara B1 dibuat ruang mayor yang ditengahnya ada ruang minor. Bingung dah gw, mau pake apa ini bikin geometri belok belok dombret kayak gini?? Dengan sedikit ulikan gajelas, gw make extrusiion volume aja deh. Lalu gw masukin koordinatnya, dan zap, jadilah ruangan yang diinginkan, walaupun sedihnya ga bisa ditempel pintu karena extrusion volume menurut pengamatan gw ga bisa dianggep sebagai dinding, tapi objek, sehingga ga bisa ditempel jendela atau pintu. Akhirnya, baiklah kk, gw make balok yang dibikin super gepeng aja, setelah selesai membuat ruang utama dan sampingan, gw mikir, wah, ini kan lante paling bawah dan ada ramp. Gmana caranya ya supaya ada ramp nya, logisnya ruangannya mesti lebih tinggi, tapi nanti dipotong pake flat ceiling atau cube.

Kira-kira  bgitulah gambar hasil karya gw di dialux untuk basement 2.

Dan inilah lantai 3 yang mengawali pemodelan ini.

The last day in week 2 : Pelatihan Arus Kuat level 2, nampaknya ini yang terakhir bagi kami

Pelatihan as always. Tema pelatihan kali ini adalah, pelatihan arus kuat level lanjutan, haha, berbeda dengan minggu sebelumnya yang sangat longgar, pelatihan kali ini sangat serius, apalagi ditambah kita telat datang. Kenapa? Karena, ya gitu lah, naamanya juga anak jurusan tercinta, kapan si sabtu itu masuk, sekalinya undangan berbunyi “acara jam 9 – 12” langsung pada dateng jam 9 pas teng, padahal yang bener, masuk tetep jam 8, tapi nanti jam 9 dipanggil ke gedung E3, tempat pelatihan. Ruangan yang biasa, sebelumnya diset sangat dingin dan terang serta gempita, kali ini diisi lebih sedikit personil dan Acnya lebih panas, cenderung hangat daripada pertemuan sebelumnya. First impression dari ruangan tersebut sangat dingin secara psikologis, namun sangat panas secara temperatur, singkat kata, nuansa ga enak menerpa setiap proton di dalam ruang dan dengan seksama mengubahnya menjadi elektron dan seolah membekukan semua polimer menjadi besi baja tua karatan dan tak bertuan (apaan sih gw?) hahaha, begitulah keadaanya, entah apa yang terjadi disini, yang jelas, pemimpin upacara kali ini alias trainer minggu ini adalah orang yang disebut-sebut sebagai site manager mandala yang dulu sempat memberikan kami gambar CAD sebanyak 3 folder yang judulnya lucu itu. Akhirnya dengan penuh sopan santun beranjak mencari kursi di belakang, karena kursi didepan meja sudah penuh. Ketika kita akan duduk, tiba-tiba beberapa pegawai termasuk pak mul, beranjak dari kursi dan berkata “kalian didepan aja deket meja, supaya deket dengan instrukturnya, iya, hahaha” begitu juga dengan beberapa rekan kerja lain yang ga tau siapa, menyingkir,, dan gw serta hans pun duduk manis. Tak lama, keadaan menjadi sepi mendadak, dan sang instruktur pun mulai berkata2 “sebenarnya mau saya ini begini, adek2 ini duduk dibelakang ngasi feedback, sedangkan bapak2 ini duduk didepan, KAN yang saya mau train bapak2 ini sekalian, bukan mereka, hehehe, begithu, hehehe” maka posisi pun berganti kembali, cckckck, ud bener tadi gw duduk ayem dong pakde, wew, haha, akhirnya selang berapa lama, senni dan ijah baru samp dan duduk disebelah bu tita, linda ato siapalah itu, saya lupa, pokoknya yang itu. Pelatihan dimulai pukul 9 diakhiri pukul 12, tapi itu teori. Yang sesungguhnya poelatihan dimulai jam 9.30 diakhiri pukul 2 siang tanpa diberi makan, Cuma dikasi snack, dan jujur, gw ngantuk parah, apalagi gw ga ngerti sebenernya ini apaan si, hahahaha, membahas sesuatu yang sama sekali blank, tapi agaknya om sigap mencatat, walopun gw memang sedikit ngerti si baca logika diagram listrik, walopun ga ngerti kenapa harus dipasang segitu banyak disitu, ya pokonya begitulah, gw cukup tau kabel mana yang harus digunakan untuk apa, walopun masi belum hapal banget si isi buku manual itu, dan ga ada juga yang bisa apal mati banget, begitulah kira-kira kata2 sang instruktur pelatihan kali ini. Akhirnya pelatihan selesai dan kamipun makan siang, di suatu tempat yang gatau apa, dan sialnya makanan gw ampir ga berasa, blueh, sementara yang lainya enak, ckckckck, tapi yasudahlah, gw lagi menghadapi hal lain di saat itu, jadi makanan asal masuk aje kemulut, hahaha. Maka berakhirlah cerita KP minggu kedua ini.

#p.s: masi ada spoiler tersembunyi, liat post selanjutnya

Week 1 KP: like tomorrow never exist

berikut adalah rankaian kegiatan seorang anak kuliahan yang telah memasuki semester 6.5, udah mirip windows mobile handphone samsung gw ya kan, sejiwa abis ni hape coklat menemani exsistensi gw di dunia maya, haha – back to laptop.. jadi yah, kita semua anak FT, yah rata-rata lah, semuanya melakukan KERJA PRAKTEK di perusahaan yang dianggap kita semua adalah pantas untuk dijalani.. masalahnya, kebanyakan bahkan mayoritas dari kami semua, KP di daerah yang tidak terjangkau badan, sehingga mesti tinggal di suatu tempat yang bernama KOST, ye kan, selamet aje buat yang ud ngekos dibandung, terus KP, ngekos lagi di ujung dunia.. hahah… singkat kata gw dan 3 orang temen gw yang ganteng n cantik2 pisan(pisaaann) harus merantau di ibukota, yaitu ibukota Jakarta.

Pre KP: nyari kost an

agak konyol. pasalnya, gw dan Hans adalah 2 orang yang ebrasal setidaknya dari jakarta. dy dari gading, dan gw rada mepet dikit ke tangerang selatan…PAMULANG, oke, God knows, Lucifer knows, Mr. Ha**jo** knows that PAMULANG and east jakarta is soo damn far.. okay, next topic… jadi sabtu tanggal 29 juni 2010 gw ijah n senni dateng dari bandung ke jakarta, jam 7 pagi, janjinya si jam stengah 7, tapi yu tau lah anak ITB, yu kalo kuliah disana udah tingkat segini, tugas banyak, bgadang sering, tidur 2 jam, sekalinya ketemu libur, yu biasa tidur 12 jam….jadinya yeah, pad atelat bangun termasuk gw yang nulis cerita bersambung ini, haha. oke, singkat kata sampailah gw di carefour cempaka putih, kenapa karfur? karena Hans mau nunjukin jalan ke megacipta dari sana… rada pointless sih, karena pdk kelapa itu jauh dibelakang, shg kita sebenrnya harus muter. nah sampailah ke megacipta. kita disambut oleh ibu siapa yg namanya gw lupa, tapi sumpah mirip ama mbak2 yang jaga teh kotak di TU FT, hahahaha, sumpah, gw teringet dy, maap yah bu, mbak. disitu kita dijelasin tentang seragam dan lain2 nya, eeh mulai deh si ijah, nanya ttg makanan, huaha, doi nanya tentang dimana tempat makan, karfur, alfa mart dan segala yang berbau makanan, gw cukup maklum sih dengan dia, karena dibandung sepertinya dia mendapat asupan konsumsi yang cukup. oke kunjungan pun selesai dan kita mencari KOST, karena rumah pak herry mulyanto udah ga bisa digunakan.

pengalaman lucu dari pencarian kost adalah, gw jadi tau kenapa hans dipanggil om, begini ceritanya, kita nanya ke suatu rumah tentang dimana rumah yang merupakan kost. lalu seorang mbak dari suatru rumah, mungkin pembantunya memanggil hans dengan sebutan yang AKRAB

hans: “bu, kira2 dideket sini dimana ya ada kost cewek ato laki2?

mbak2: “wah kalo di jalan sini si ga ada ya, jarang, ato ga ada lah, adanya yang di gang sana”

hans: “oh gitu ya bu, oke deh makasi ya bu, yang diseblha2 sana ya?”

mbak2:”iya disebelah sana, ngomong2 OM dari mana ya?”

hans:”ooh, kita dari ITB bu, makasi ya bu, mari”

dan gw ijah senni ud ketawa ditahan2, ternyata muka hans emang mewakili jadi om2 sejak masa lampau.

akhir cerita, kita dapet kost, tapi cewek, setelah muter2 gakaruan di komplek yang masi remang2 dibawah matagari terik dan haus melanda, kost yang didapatkan pun ga pake AC, tapi cukup dekat dari kantor, paling gak untuk ukuran cw lah, haha, senni dan ijah sekost sama anak2 perguruan sekertaris tarakanita..konon disana mereka terlatih untuk menjadi sekertaris yang bersedia melayani bossnya 24 jam dan sekaligus sebagai bodyguard apabila prusahaan tetangga atau orang iseng sengaja ingin mengganggu bossnya dengan cara menelpon dan sekedar mengucapkan “apa kabar”

dan gw sama om ga dapet kost, sedih sekali, om nyari kost, tapi menurut kami berdua harganya kurang manusiawi sekali apalagi ini KP, bukan kuliah, cukup mengerikan hidup di ibukota, melanglang buana, eh dipalak sejuta, males ya kan…

walopun begitu akhirnya gw dapet nginep di salah seorang keluarga jauh gw yang ada di pondok kelapa indah, nilai plusnya, sangat plus dibandingkan kost cewek, dan gw sangat bersyukur sekaligus lega, huahaha

Day 1 KP: nunggu sampe jebot

sesuai judul, kita dateng dengan rapi di kantor jam stengah 8 dan dengan rajin bergaya pegawai teladan sejagat, kita melenggang masuk ke kantor, sejuta permisi kepada setiap orang dikantor membuat kami nampak seperti kami ini orang paling ramah di jakarta, padahal sepertinya tidak begitu. oke, kita disambut oleh OB kantor, dan disuruh nunggu di ruang rapat, walaupun menurut sennimuthia, itu ruang tunggu, it’s okay, everyone have a right to decide what room is it but not toilet. lanjut, kita nunggu sampai bener2 jamuran, sampe si senni menciptakan mainan baru diikuti oleh ijah, dan hans pun agaknya tertarik dengan permainan anyar taun 98-2000 an, yaitu ketika kita SD atau setidaknya SMP, saya sebagai penulis, cukup miris melihat kelakuan kami sementara kami semua menggunakan setelan pegawai negri swasta yang hampir sama rapinya dengan project manager bahkan ownernya sendiri. akhirnya sekitar pukul 10 atau 11 an datanglah sang direktur utama, sekaligus founder, beserta sang istri yang desas desusnya adalah HRD dari perusahaan tersebut, sangat mesra, kami semua duduk di ruang rapat tadi dan pak herri mulai menjelaskan maksud dan tujuan dari perusahaan ini, sampai pada ribuan proyek yang ditanganinya dan memang terbukti dari loker dan binder yang tersebar di kantor tersebut. pak herri menawarkan ke[pada kami, apa yang mau dipelajari selama KP, dan gw hans senni memilih lighting, lalu setelah sedikit diprovokasi oleh bos, akhirnya kami juga terpikat sound system. tatkala demikian, sang marissa lebih memilih sistem tata udara, dalam hal ini AC sampai HVAC, berat, proyeknya yang terbesar ada di sebuah mal di sunter yang you know lah ukurannya berapa, jujur gw males bayangin sistem AC segede bandara, dimana disitu kita mesti hitung beban pendinginan dari kalor sensibel dan kalor laten yang hitungannya serta rumusnya aduhai…

segera pak herri memanggil salah satu bawahannya yang dipesankan gambar proyek, dan sampailah ke meja rapat, diagram 1 garis dan denah bangunan lengkap dari sistem AC, sound system, alarm, sensor, CCTV, MATV, sampai lighting dalam kertas A1, memang besar, tapi sesuai karena ada sistem yang ngejelimet, boro2 masalah ngejelimet, liat diagram segaris aja gw bingung apaaan ini. kalo liat denah sudah pasti bisa, beruntung pas SMA gw diajarin bikin gambar teknik, se enggaknya gw bisa bikin lah denah rumah sendiri, alami, dan dibuat dikertas kalkir, kertas tanpa kesalahan. pak herri yang tau bahwa juniornya dari angkatan 2007 ini takjub melihat apa yang tersedia di meja, yang kemudian dari rasa takjub turun pangkat jadi bingung dan menderita, menenangkan kami dengan kata2: “kalian bisa baca itu buku2 dari kami, berisi cara menghitung beban pendinginan, listrik dan kabel yang digunakan, disana lebih gampang, tapi mungkin tidak ilmiah, tidak seilmiah kuliah.” dan gw pun menjawab dengan putus ada “ah pak, kayaknya saya lebih milih yang bersifat aplikatif” cukup bijaksana daripada berkata “aduh, emang ga ada yang lebih kompleks pak, nanti bikin laporannya susah”, cuh, ini realita, bukan teksbuk bung, segalanya relatif. dimulailah kegiatan belajar kami di gedung terpisah, agak jauh dan udara sangat menyengat apalagi itu tengah hari.

di gedung 2 berisi lebih banyak pegawai dan aada juga yang magang dari suatu STM, manager disitu memanggil mereka changchuters bersaudara, kurang mengerti kenapa, mungkin karena gaya hitam putihnya yang terkesan oldies dan klasik, mungkin cocok kalau mereka membawakan lagu2 naif atau broery marantika dengan baju rumbai elvis, menambah semarak suasana kantor D6 yang sejujurnya lebih banyak jayus daripada lucunya.

hari pertama berjalan sangat antusias, suhu udara dan kondisi tata udara di D6 merosot sesuai berjalannya waktu dan udara mulai panas menggelora, aneh memang, mungkin karena suhu badan kami yang naik akibat kebingungan, harus darimana dibaca buku2 ini, selain lighting, buku yang kami baca adalah SISTEM INSTALASI SALURAN ARUS KUAT dan ARUS LEMAH, Gosh, serasa jadi anak EL sebulan kalo gw tetep bgini…. hari pertama sungguh melelahkan, namun semangat kami tetap membawa keingin tahuan menghalau waktu pulang dan menggusurnya sampai pukul 7 malam. lalu kami makan di dekat situ, lalu pulang dan beristirahat.

Day 2 KP: pencerahan datang dari kesabaran

masih datang dengan waktu yang sedikit terlambat. tetapi ternyata ticker kantor menunjukkan waktu yang NGARET, oh no…sengaja kayaknya ini, akhirnya kita absen di jam 7:52 walaupun ijah dan senni sudah absen 7:38, wanita memang rajin, pria harus mengakuinya, tapi dari beberapa literatur dan sedikit komikal ditunjukkan, goalnya sama saja walaupun pria datang terlambat, terbukti kan? walaupun bangun telat, gw dan hans sampai sebelum pak agus datang, sang bos dari elektrikal dan mungkin juga dari elektrikal.

di hari itu, gw berusaha memahami apa itu diagram 1 line, kenapa? karena pada diagram ini hanya ditampilkan bebrapa jumlah lantai dan icon2 yang mewakili suatu sistem beserta jumlahnya didalam lantai tersebut, dan ternyata 1 line diagram itu tidak disertakan letak  dari sistem tersebut didalam tuang, hanya tertera pengkabelan, jalur kabel, jenis kabel dan pengelompokannya, sistem yg digunakan(AC, blower, kompresor, lampu saklar ato telepon, dll).. lumayan, dalam 2 hari gw ud bisa baca itu, cukup senang, walaupun gw masi gatau bagaimana menentukan jumlah tersebut dan berdasar apa. untuk level selanjutnya pak agus menjelaskan penentuan jumlah tersebut berdasarkan perhitungan rinci yang tertera juga di dalam modul pelatihan sistem LAL dan LAK itu. maka dimulailah pembelajaran tentang penghitungannya. namun gw tetep menginginkan bagaimana menghitung banyaknya luminer untuk sistem pencahayaan. dan hal tersebut belum terjawab. akhirnya gw belajar menghitung kebutuhan listrik dan penggunaan kabel dari arus kuat. dari situ dapat gw tulis hipotesis, kalo nentuin diameter kabel itu pertama kita harus tau jumlah watt per kebutuhan komponen listrik dalam bangunan, dari watt kita cari jumlah ampere berdasar rumus yang susah ditulis di wordpress, lalu kemudian dari rumus juga ditentukan luas penampang yang dapat digunakan. sisanya menggunakan tabel daftar kabel yang digunakan, diliat watt nya, lalu dipilih kelompok diameter kabel yang digunakan, mau berapa core dan berapa jumlah kabel yang digunakan, sisanya tergantung naluri, dan prosedur pemasangan kabel di udara, di tanah, di tembok sampai dilantai ada perosedurnya baik untuk telepon, lampu, stop kontak, dll.

modul arus lemah lah yang sebenernya engajarkan gw bagaimana mempelahjari diagram 1 garis tersebut, karena gw gangerti kelistrikan, tapi kayanya melihat sistem kabel telepon dan MATV serta CCTV lumayan membuat gambaran jumlah dan peletakan komponen elektrikal di dalam gedung.

quote hari ini dari pak agus “diagram 1 line ini lebih kuat daripada denah” alasannya karena denah dibuat berdasarkan diagram tersebut, dan customer serta tukang akan harus mengikuti jumlahkomponen yang tertera di diagram daripada yang di denah, begitulah kira2.

Day 3 KP: apa yang gw pelajari seharusnya bisa masuk ke prakteknya

gw banyak belajar dari apa yang harus duilakukan dalam membangun gedung, setidaknya sebagai planner dan dengan asumsi, sipil dari gedung tersebut diatur oleh divisi pak hasan, sehingga gw ga perlu ngitung kekuatan material dan pondasinya. haha. lanjut, hari itu gw banyak mencatat rumus2 perhitungan dari arus kuat arus lemah dan rumus2 lighting, ditambah pak hendro yang kemarin telah memberikan kami perhitungan nyata dari jumlah lampu yang digunakan, sehingga pada hari itu gw bisa berhipotesis, untuk menentukan jumlah watt lampu itu, perlu dihitung pertama adalah indeks ruangan, kemudian masukkan ke rumus jumlah luminer yang digunakan, setelah dapat jumlahnya, sudah tentu dikali dengan watt per luminer per lampu, lalu masukkan ke rumus kabel tadi, maka jadilah pengkabelan untuk luminer, dan dari watt itu juga dapat ditentukan berapa kebutuhan watt hour didalam ruang, berapa saklar yang harus digunakan apabila mau make sistem berbeda untuk setiap kelompok lampu per task di ruangan tersebut, dgn asumsi pengurangan lampu menurunkan jumlah lux, yang artinya penurunan tingkat konsentrasi ruang atau mungkin juga ada faktor daylight pada ruangan tersebut. yang saya masih bingung, belum dijelaskan penggunaan fuse dan sekring untuk setiap kelompok lampu, karena hal tersebut ditanyakan dalam soal ujian teknik pencahayaan di jurusan FT ITB…

catatan demi catatan kami rangkum, senni dengan catatan terpanjang, diikuti om yang sangat jelas dan terkendali dampai pada gw yang catetannya ga karuan, tapi setelah diliat lebih jauh, gw cukup mengerti apa yg gw tulis, dan cukup singkat logikanya, hahahah, dan juga ijah yang sampai sekarang sistem tata udara yang dirangkum belum rampung juga, kasihan..

tak terasa dari setengah hari apa yang gw baca sudah sangat berkurang dan hampir tak ada. pak agus mengatakan, kalo buku2 lighting yang lain ya sama saja dengan yang kami baca, dan menurut saya, buku philips tersebut sudah sangat lengkap ditambah perhitungan rinci dari pak hendro.

sisa hari kami dipakai untuk membaca femina, ngobrol autis dan sangat2 longgar, sementara sang ijah masi belajar sambil galau tentang sistem tata udara, ironis dan terdapat perbadaan alias GAP yang sangat jauh, dilirik dari segi kesibukan sampai pada waktu yang dikeluarkan beserta energinya…

berpikir gabut, gw dan senni meminta pak agus untuk megajarkan autocad, dan akhirnya kita dibimbing oleh pak mul sang master cad yang juga mengajarkan para changcuters bersaudara bagaimana menggunakan cad. karena kami semua sudah capek, pak mul pun mengatakan, besok aja lagi kerjainnya. sebenarnya yang lucu, duo changcut megerjakan denah kecil sangat lama sekali, dan sejujurnya walaupun dengan skala yang diberikan, masih ada aja ukuran yang salah dan ada juga sektor yang ga ada ukuranya. jadi terkenang dulu kalau salah ukur tebal tembok, kertas kalkir gw terpaksa diulang… sial, hahaha begitulah akhir dari day 3 KP.

Day 4 KP: apa goal kita KP?

hari ini adalah hari jumat, dimana rata-rata seluruh pegawai di indonesia memperingati hari ini dengan memakai pakaian batik dan tentu saja untuk kaum muslim seyogyanya menunaikan ibadah shalat jumat. maka dari itu gw memakai batik yang ud gw siapin 4 biji untuk 4 minggu, niat abis ya kan, nyahahaha. oke, tetapi om hans agaknya ga bawa batik, begitu juga dengtan ijah. so, pertama nyampe kantor, cuma pak mul dan gw yg make batik, gw mikir, “yah elah, semangat berbatiklu mana si pada2????” eeeh, bberapa menit kemudian si senni dateng make batik, diikuti pak agus dan pak hasan.

awal jam kerja nampak sama dengan hari sebelumnya, tapi gw dan hans langsung menginstall autocad 2008 yang CDnya baru aja dikasi sama mas guci. alhasil, autocad terinstall di laptop putih gw, bermerk benq dan nampak sangat berumur, tapi tentu saja karen tisu basah, dalam beberapa menit gw menjadikannya mengkilap, walaupun fracture di sisi2 bodi tak bisa dielakkan lagi keberadaannya. maklum, umurnya sudah 5 taun dan masih dibebani autocad, photoshop CS 4 dan beberapa program mengerikan lain, yang cukup mengerikan jika harus ditanggung oleh laptop dengan spesifikasi pentium 4 D, RAM 2GB(baru ganti taun lalu) dan graphic card yang shared, alias nyuri dari RAM. belum beberapa lama keranjingan autocad, sang bapak yang gatau namanya siapa, tapi agaknya beliau adalah pimpinan di proyek mandala, proyek yang ditunjuk pak herry untuk kita pejuang fisbang perjuangkan, alias kita harus itung ulang tuh plan. dan dy bertanya pada kita, apa yang kita butuhkan dari elektrikal. sejujurnya, gw ngerti apa maksud pertanyaan itu. beliau bertanya bukan menawarkan “apa yang saya harus ajarkan kepada anda” tapi lebih kepada “untuk proyek mandala ini, data dan modul apalagi yang kalian butuhkan untuk memulai perhitungan” gw percaya itu karena melihat gayanya yang sangat mirip dgn seseorang di lain kantor…setidaknya pada saat gw menjemput bokap gw dikantornya. so, kita dianggap sebagai seorang yang akan melakukan plan untuk gedung tersebut. menakutkan, gw speechless, krn ga tau apa lagi yang mesti dibutuhkan. walopun begitu justru gw brpikir akan diajarkan, seraya dengan itu, datang juga undangan untuk pelatihan elektrikal arus kuat besok. dan elektrikal itu meliputi banyak hal, lighting dan sound system itu hanya segelintir dari bagian itu, sehingga mungkin bisa gw bilang, lebih tepat fisika bangunan itu mempelajari seluruh sistem dalam bangunan, mungkin dikurangi kebutuhan sipil. dan kita dari teknik fisika, hanya mempunyai konsep termal(AC), akustik(sound system n architectural acoustic) serta pencahayaan. oke pembicaraan selesai dan kita sepakat hanya membutuhkan 3 modul tersebut, sama seperti pesanan pak herry, kepada pak rahmat dan juga ke bapak tersebut. dari pembicaraan tersebut kita mendapat pesan untuk selalu menetapkan target, karena kalo tidak, KP itu hanya membaca di atas meja sambil sakit pinggang…begitulah  kira2

selanjutnya, gw mulai mengotak atik yang namanya CAD, tapi, bingung, ini apa? mesti ngapain? kok ga keluar? kemaren mencet ini kok jalan…. oke, akhirnya pak mul turun tangan kembali dan mengajarkan kita dengan tangan super cepat…super cepat sekali agaknya untuk membuat denah yang ukurannya bersalahan, ciptaan duo changcut, ckckckc…

disana gw diajarkan membuat denah dengan cad, walaupun segalanya masih 2 dimensi dan nampak sulit namun menantang, sayang kondisi badan gw ga se fit hari2 sebelumnya sehingga rasanya gw mau meledak

akhirnya hari ke empat ini diisi oleh pelatihan autocad. sampai jam 5, lama ya kan, tapi terasa sekali kita semakin klop dengan tempat ini, hahaha

sekian?

tentu belum…. ada hal2 lucu yang terjadi sebelum cerita diatas. boleh dibilang sesi diatas tadi merupakan sesi sebelum ISHOMA. apa yang terjadi sebelumnya? oke, mari saya ceritakan, hahahahahah

dimulai dari kedatangan senni dan ijah yang sedikit terlambat. gw bertanya-tanya, ada apa gerangan yang dilakukan 2 orang ini?.. setelah mereka datang, senni pun segera mengeluarkan majalah supertebal dan silahkan ditebak apakah itu… serupa dengan howler, bersampul merah dihiasi dengan model bertubuh seksi dangan dress merah dan ada tanda dia berpose dengan menaikkan sedikit kakinya ke tumpuan, dengan lebih lanjut sang fotografer meng crop gambarnya sehingga nampak sangat menggelora, dihiasi headline-headline menantang cap kamar tidur, terekspos sempurna dan setelah beberapa jam meneliti isi majalah barulah sang pembeli membaca kalau edisi majalah tersebut adalah EDISI KHUSUS masalah-masalah yang vulgar… oke, gw sebagai penulis blog, sudah sangat berusaha sehingga day 4 ini tidak se haram dan mematikan angka 4 dalam kanji cina. lembar demi lembar dibuka, dan agaknya judul, headline dan keterangan edisi sangat tersurat bahkan tersirat dari seluruh gambar, ilustrasi, bahasa dan penjelasan yang dibuat dengan cukup netral, walaupun ada beberapa gambar yang bila saja tidak cukup iman dan kurang bisa menahan detak jantung dan tekanan darah, belum 5 menit udah ijin pamit dari meja tersebut. kita anggap saja meja panas untuk sesi ini, hahahaha. oke, khusus sesi ini, gw memberikan banyak tutorial kepada 2 manusia yang agaknya sangat alim hingga umurnya yang ke 20 tahun ini, bagaimana bisa? harusnya pertanyaan ini ditanyakan bilangan 4-5 tahun yang lalu, dan menurut literatur yang gw baca, hal ini seharusnya bisa di pelajari dan harus diketahui tanpa harus praktek dan dapat dicari sumber yang netral dan sangat informatif. kenyataannya, tidak semua orang bisa begitu, ada yang menganggap jijik, takut, bahkan najis…menurut gw hal itu yah, selama hanya berupa ilmu, seharusnya kita tau, bukan menutup diri, dan akhirnya malah jadi bahan pembodohan oleh lawan jenis. ok, gw cukup menjelaskan banyak, dan gw cukup nyadar, gw kok jadi expert gini ya….gawat sekali sodara-sodara setanah air. dan pada sesi tersebut, agaknya kedua wanita ini sudah mulai terbiasa dengan ilustrasi-ilustrasi pendukung, selama om hans lebih suka membaca majalah lain tanpa peduli sekitar dan siapapun yang lewat terkait dengan bahasan didalam majalah yang dia baca, hahaha.

setelah membaca hal2 tersebut, mungkin bisa gw bilang, hal itu tabu…tapi tolong, jadikan ini sarana pribadi, jangan dibahas berulang-ulang bila topiknya sedang tidak sesuai, kecuali kalo elo mau desebut harasser… hahahaha. akhirnyakami pun makan siang di bakmi bangka dekat kantor, dan kita tetap membahas itu, waw, takjub rasanya diri saya karena teman saya yang satu ini, sudah mengurangi kata jijik nya…ckckck, semangat gan!, hahahahahhaha, jadi besok apalagi majalah yang besok akan dibawa? kita lihat saja.

Day 4 KP: pelatihan elektrikal arus kuat

ini adalah weekend dan sayangnya pegawai PT ini maih saja melaksanakan pelatihan tentang elektrikal terutama tentang arus kuat..

pelatihan dimulai cukup telat, karena harus mengumpulkan anggota setiap divisi yang kebetulan standby. pembukaan oleh sang dirut, dimana dia menjelaskan banyak hal, yang pertama adalah tentang pentingnya training ini, yaitu semakin diulang ulang setiap tahun, diharapkan semakin biasa dalam melakukannya, dan semakin sedikit kesalahan yang terjadi dalam melakukan pekerjaan, semakin cepat kerjanya, dan ujung2nya perusahaan semakin untung. nice sekali, beginilah sifat seorang enterpreneur sejati seharusnya, usaha positif untuk hasilkan keuntungan maksimal dengan pemakaian sumberdaya yang optimum, bagaimana tidak, perusahaan ini menangani lebih dari ribuan mungkin dari tulisan2 nama proyek yang tersebar dan gw intipin satu2 folder demi folder, belum termasuk cerita tentang pengalaman dilapangan dari masing2 personil, dengan bangga diceritakan dan dapat dilihat dari gedung-gedung yang telah bertebaran di jakarta dan sekitarnya, hasil dari proyek megacipta ini. Lanjut. pelathan dibuka oleh pak Hendro, tema awal adalah sedikit pengenalan tentang seluruh pekerjaan yang dilakukan kontraktor disini, yaitu plumbing sampe kabel listrik, kemudian pelatihan dilanjutkan oleh pak rahmat, beliau adalah orang yang pertama ditugasi pak herry untuk mengantar gamba proyek mandala ke ruang rapat, sebelum akhirnya kami berakhir di meja kotak di gedung A6 ini. FYI, saat pak rahmat mulai bersabda, sang ibu manager HRD dan pak direktur cabut dari ruangan, dimulailah kdinamisan yang sedikit tak bertanggung jawab… singkat kata, opera van java dimulai, starringnya banyak, hahaha, yang jelas kita ngakak sampe muntah, ternyata pak rahmat memang kocak, bubar dah semua keseriusan yang tadi dihimpun pak herry. singkat kata, kita dikenalin sama berbagai macam alat termasuk long drat, cable housing, dan bentuk2 kabel dari kecil sampe besar sekali diameternya, semua diangkat keatas, mengagumkan dan menggelikan. Setelah sesi pertama selesai, makan siang pun disajikan KFC, gokil kan sob, ud bahagia banget dapet KFC, dan pemandangan yang memang lucu adalah, mas guci yang ngebawa kotak makanannya ditupuk ditangan 2, pertama gw pikir, dy mau nambah, tapi kmudian dia ambikl lagi sampe kira2 4 kotak KFC, trs gw kaget, lah? kok bisa begitu? ternyata dia hanya membagikannya pada rekan-rekan di ruang sebelah. Selesai makan kita semua kumpul lagi di ruangan, dan TIBA2, bos besar datang lagi, suasana menjadi senyap  gempita bagaikan diterpa badai pasir bak film prince of persia, namun tidak lama beliau pergi dulu sambil berkata “tadi saya lewat doang, mau ngecek doang, ehehehe(ketawa gaya micol)” wah ketauan ya, anak buahnya suka ngelawak kalo ga ada bos nya, cekaceka, tapi tenang, saya suka hiburan. hahaha, akhirnya pelatihan dilanjutkan ke AC dan berakhirlah sudah. inilah akhir dari KP week 1.

What Black and White Means

this blog, has a title daydreamer;s word, but the link was inbiancoenero.wordpress.com

Its derivate from in bianco en nero that means the black and white

why i name it? that brig back my memories a long time ago when i created my ID as a smilies who has an angel wings, but only one, one winged, has a angel’s ring above his head, but also has devil’s horn and devil’s tail.
The face indicates what i’m feeling right after i draw the ID of that smilies..i named it one winged demonicangel..
Long time after that, something change in my life, i received love from the others, my friend, my beloved friend, so they give me a sentence “you’re not alone”.. and becoz i’m make a relation with someone, i draw the second wings, represent her who always give me “wings”aside of my other friend… so the name change to demonicangel.. the ID
Time goes by and we broke, but i can’t erase the other wings coz, something that she gives to me in the past, i won’t let it taken away, coz i must remember that i never be alone.

That ID related to my armlet which has color black and the other is black, with sentence in each armlet “peace”and “hope”….those are bought by my cousin, but i know it’s not just a coincidental circumstances. I remark them as my sign, black and white – demonicangel

Why? this is the explanation
WHITE always indicate a pure, soft, nice, sterile, sacred, holy, ANGELic, however
BLACK always directed to darkness, ignorance, hard, vicious, bad, wicked, DEMONic.
and i fuse those two in one, in my hand, in my mind
Because, I am human… human must have an angel heart but might a demon hand, but also human could act like an angel, but that was a demon inside…me too, i might looks happy but deep inside i’m in despair and want to do something bad, but it can reverse, i do everything for the other sake, but maybe make the others think that i’m a villain…. and so on

Coz, wherever there is a light, there is a shadows, and whenever a shadow represents, it because a blight which block by an object.

Never say, “he is darker than black” or “why she is so kind like an angel” if they’re a human….

It’s so human, to have two inverted personality
and so am i, i’m a human

please pledge to see me as a human, not an angel nor a demon

Thats why i make this ID, as demonicangel, and created this blog as inbiancoenero…

Thanks ^^

Pengalaman dengan kamera II (40D – 50D)

canon EOS40D

canon EOS40D

canon eos 40D: kamera bertitel semi pro, layar lebar, ukuran besar, prosesor digic 3, dan dengan seperangkat list kelebihan dan spesifikasi yang panjang lebar tak jelas… karena apa, yang penting dari kamera itu, adalah saat kita memakainya, ya kan? hehehehe… overall, hasil foto ala kadarnya canon, natural, ketajaman pas, noise rendah, dan seperti biasa, walaupun konon katanya mode vivid, tapi tak terlalu pengaruh untuk hasil toning yang lebih kuat, namun, fitur-fitur pro banyak, seperti yang nantinya dilanjutkan ke 50D, yang gw suka dari semi pro 40D dan 50D ini adalah, kemantapan saat menekan shutter release, suatu poin yang gak penting tapi membuat semangat untuk mengambil gambar berikutnya.. kemudian yang kedua, beratnya yang konon kata orang “pas” karena terasa feel “pro”nya, memang kesannya seperti retorika, karena semakin maju jaman, bukankah ukuran slim semakin dikejar? sebagai bukti, telah diciptakan kamera bersistem micro four third, seperti nampak pada panasonic dan olympus, ukuran kecil tapi performa tinggi… sehingga menurut gw, alasan tentang berat terkait ke”pro”an sebuah kamera merupakan retorika jikalau dia adalah orang yang tadinya memegang kamera pocket, dan mungkin lebih realistis jikalau yang mengatakannya orang-orang yang awalnya menggunakan kamera pro, medium format, kamera analog vintage, karena sebagai contoh, gw sekarang kembali menggunakan kamera canon FTb analog SLR taun 75-80an, yang jika digabung dengan lensa 55mm nya, kira-kira beratnya hampir sama dengan kamera 40D ini dengan mount lensa 17-85USM yang berat, dan gw lumayan paham ketidak enakan loose weight feeling,  sesaat ketika gw mengganti body FTb dengan 400D, agak-agak gimana gt, seperti mengangkat benda ringan dengan tenaga tinggi…..

canon EOS50D

canon EOS50D

canon eos 50D: bisa dikatakan, banyak kemiripan antara 40D dan 50D, walaupun katanya berbeda prosesor yaitu digic 4 untuk 50D, tapi mungkin yang dimaksud adalaah keakuratan warna, karena gw gak melihat ada yang sangat berbeda, but well, asal bukan CCD gw sudah makasih luar biasa, hahaha… gw menggunakan kamera ini intens selama 2 hari dalam 2 acara dan sempat test drive dulu di rumah gw… satu yang enak adalah, kamera ini cepat, walaupun letak tombol yang kerap gw gak terlalu suka, kenapa? karena letak tombolnya dibawah, mesti ekstra hati2 dalam penggunaan cepat, karena, bisa saja lensa yang kita pakai berat, apalagi line up lensa-lensa canon yang menggunakan USM, rata-rata membuat berat lensanya menjadi 2 kali lipat, sehingga kalau tangan kiri kita tidak kuat menopang kameranya, ya bisa jatuh…, jadi  strap kamera mesti stay di leher atau dililit-lilit di tangan kanan(waktu itu gw makai lensa 18-55IS dan 55-200IS). reproduksi warna baik, ketepatan pas digelap-gelap, jujur, agak lambat, dan sepertinya lebih cepat kalau dibuka flashnya, karena canon akan mengeluarkan percikan-percikan flash sehingga didapat focus yang sesuai, namun, jelek yah kalau p ercikannya terlalu banyak keluar, terlihat sekali ketidakjagoannya dalam mengambil gambar, jadinya ya gw pakai manual focus aja biar cepat.. satu kelemahan dari kamera bagus ini adalah, baterai nya boros, apalagi menggunakan live view mode, tapi, live view mode disini, bisa autofocus, yaitu jika ditekan tombol AF-ON, sehingga, pemotretan candid dapat terlaksana, tanpa yang difoto tau dia sebenarnya sedang difoto… hahahaha, kembali ke masalah baterai, gw tes kamera ini, sekitar 400-500 foto(kira-kira 600-700klik) baterai kamera ini sudah habis…. sementara storage bawaan di kamera ini saat pembelian, mampu menampung hingga 1000an foto di kualitas foto JPEG terbesar(bukan RAW), apalagi jika dicampur live view, semakin boros, padahal gw juga gak pakai flashnya… sehingga gw harus mencharge baterai seperempat sesi acara, untung ada kamera yang lain… sedikit berbeda dengan saat menggunakan 400D yang walaupun sudah terdapat 200foto didalamnya, ketika gw pakai hampir seharian, dengan tambahan 300foto lagi(shutter count tentu lebih banyak) baru barulah baterainya habis…. masakah teknologi baterai lawas hampir sama dengan baterai baru pada 50D? mungkin itu yang membuat harga 50D agak dekat dengan 40D

pengalaman dengan kamera I (450D – 400D)

canon EOS400D

canon EOS400D

canon EOS 400D: berat yang ringan dan bisa dipegang dengan gaya apapun, kecil, walaupun grip banyak longgar, tapi enak karena kita jadi gampang bergerak, pengaturan gampang,simpel namun minim tapi cepat, terutama tombol yang ditaruh di kiri..tapi entah kameranya yang udah soak atau kenapa, setiap ceklik seperti ada delay yang bunyinya agak2 gak enak karena terkesan lemot, produksi warna natural seperti halnya canon, walaupun agak susah menilai foto karena kecilnya monitor, sehingga saat diperbesar di dekstop PC, gambar tenyata blur… AF saat gelap juga lumayan repot karena light metering yang kadang bersalahan, tapi masalah noise… sama sekali gak berarti…tapi kesimpulan gw, kamera ini cukup handy untuk keperluan dokumentasi, ringkas padat, apalagi kalau mount lensa nya lensa2 berstatus USM, tapi sekali lagi, metering nya agak sulit apalagi kalau gelap

canon EOS 450D: sejujurnya gw baru nyoba kamera ini untuk beberapa kali jepret saja, tapi karena kelebaran layar

canon EOS450D

canon EOS450D

yang lebar, maka keakuratan dapat terjadi, penggunaan live view mode lumayan, walaupun masih bingung karena menurut yang punya, tombol AF ga ada di kamera, dan 1/2 shutter juga tak membuat focusing bergeser, jadi harus manual focus? gapapalah, untuk kinerja tetap asik, berat sesuai, mirip2 400D, tapi gripnya memiliki karet yang lebih pakem, walaupun masih kelonggaran di tangan gw…. jelas, karena 400D dan 450D ukurannya gak jauh beda, yang beda adalah, letak tombol yang letaknya agak berantakan, tersebar sempurna dan dengan terpaksa, demi penggunaan serba cepat, dimana harus dihasilkan foto2 candid, gw harus menghapal letak-letaknya, karena, walaupun gw bisa mencarinya saat menset kamera, tetap saja lama..  but thanks, tombol menu tetap di kiri atas…